Pernis Ottchil
옻칠 · Getah pohon pernisGetah alami dari pohon ot disapukan lapis demi lapis di atas kayu, logam, atau kain rami. Hasilnya permukaan yang tahan air, antibakteri, dan warnanya justru makin dalam seiring waktu.
Kami mengkurasi kriya kontemporer Korea: pernis ottchil, kilau kerang najeon, keramik celadon, dan kertas hanji. Teknik berusia berabad-abad, diterjemahkan ulang menjadi objek yang hidup di ruang modern.
lapisan getah pohon pernis, diampelas dan dikeringkan satu per satu hingga permukaannya sedalam cermin.
Kriya Korea selalu tumbuh dari keseharian: kotak perhiasan di kamar utama, mangkuk di meja makan, kain pembungkus hadiah. Fungsinya sederhana, tetapi pengerjaannya menuntut ketekunan yang nyaris meditatif.
Generasi perajin hari ini membawa disiplin itu ke bahasa baru. Warna lebih berani, bentuk lebih sculptural, dan batas antara benda pakai dengan karya seni makin tipis. Galeri Lapis hadir untuk merekam pergeseran itu dan memperkenalkannya kepada pencinta desain di Indonesia.
Setiap disiplin punya bahan, ritme, dan filosofi sendiri. Bersama-sama, mereka membentuk wajah kriya Korea yang kami kagumi.
Getah alami dari pohon ot disapukan lapis demi lapis di atas kayu, logam, atau kain rami. Hasilnya permukaan yang tahan air, antibakteri, dan warnanya justru makin dalam seiring waktu.
Potongan kerang abalon ditanam ke dalam pernis gelap, memantulkan cahaya laut di atas kedalaman hitam.
Glasir hijau keabuan warisan Goryeo, kini dibentuk ulang dengan siluet minimalis.
Kertas dari kulit pohon murbei yang kuat dan tembus cahaya, untuk lampu, panel, hingga karya dinding.
Seni menyambung sisa kain menjadi komposisi geometris yang terasa seperti lukisan abstrak.
Kayu, logam, atau kain rami dibentuk dan diperkuat sebagai fondasi karya.
Campuran pernis dan tanah liat halus mengisi pori, lalu diampelas hingga rata sempurna.
Uniknya, pernis mengeras di ruang hangat dan lembap. Setiap lapis butuh hari, bukan jam.
Pigmen alami atau potongan kerang ditambahkan, mengikuti rasa dan intuisi sang perajin.
Lapisan akhir digosok dengan tangan sampai permukaan memantulkan ruangan di sekitarnya.
Sekilas suasana koleksi yang sedang kami kurasi, dari wadah berkilau mutiara hingga keheningan guci bulan.
Kami mengutamakan karya dengan pernis alami, pigmen mineral, dan serat tanaman, bukan imitasi sintetis.
Setiap objek dilengkapi catatan teknik, asal bahan, dan makna warnanya, supaya kriya dipahami, bukan sekadar dipajang.
Pernis dan hanji bisa bertahan puluhan tahun bila dirawat benar. Kami membagikan caranya secara sederhana.
Pernis yang baik tidak dibuat dalam semalam. Ia ditunggu, seperti musim yang berganti.Prinsip Galeri Lapis
Koleksi kami terus bertambah. Simpan minat Anda dan jadilah yang pertama mengetahui kurasi terbaru kriya kontemporer Korea.